Tanda Tanda Kematian

tanda tanda kematian

Tanda tanda kematian. Kematian atau ajal adalah akhir dari kehidupan, ketiadaan nyawa dalam organisme biologis. Kematian sering dianggap sebagai peristiwa menakutkan, bahkan mungkin paling mengerikan dalam setiap pikiran makhluk yang bernyawa. Dalam pengalaman hidup manusia, kematian selalu menjadi bentuk pengalaman terburuk. Karenanya kematian sering menyisakan air mata kesedihan, kepiluan, bahkan kekecewaan. Di sini, kematian sering dianggap sebagai akhir dari segalanya.

”Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Al-Anbiya, 35).

Nah kali ini kita akan membahas apakah ada tanda-tanda dari kematian?

Assalamualaikum wr wb.
Ustadz saya mau bertanya , apakah benar ada tanda-tanda kematian dari 100 hari , 40 hari , 7 hari ?
Saya pernah melihat artikel mengenai hal tersebut gara-gara membaca artikel itu saya jadi dibayang-bayangi ketakutan karena pernah mengalami salah satu dari tanda2 tersebut. Bagaimana solusinya menurut ustadz ?

Wassalamu’alaikum warahmatulloh
Dari: Abdul Ghani

Jawaban:
Wa alaikumus salam warahmatulloh
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,
Kaidah penting yang perlu kita tekankan bahwa semua informasi, keyakinan, pemikiran yang bertentengan dengan al-Quran, hadis shahih maupun realita, adalah kebatilan yang tidak akan pernah bisa diterima. Berdasarkan kaidah ini, kita bisa menilai apakah informasi tersebut benar ataukah batil.

Pertama, Allah menegaskan dalam al-Qur’an
Tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha mengetahui dengan detail. (QS. Luqman: 34)

Jika kita ditanya, mana yang lebih memungkinkan untuk diupayakan terwujud, merencanakan waktu kematian atau tempat kematian?. Misalnya si A merencanakan waktu kematian, saya ingin mati di usia 63 tahun. Sementara si B merencanakan, saya ingin mati di jogja. Mari kita perhatikan, merencanakan usia 100 % tidak mungkin bisa dilakukan manusia. Karena bertambah dan berkurangnya umur manusia di luar kemampuan dan upaya manusia.

Sementara merencanakan tempat mengakhiri hayat lebih memungkinkan untuk diupayakan manusia. Karena seseorang mungkin saja berencana mati di kota A dan selama hidupnya dia berusaha untuk tidak keluar dari kota A.

Dengan demikian kita bisa menjawab pertanyaan di atas, bahwa tempat kematian lebih memungkinkan untuk diupayakan terwujud. Meskipun keduanya murni ada dalam kekuasaan Allah. Kita kembali kepada ayat di atas.

Pada ayat di atas, Allah menegaskan, ”tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati..”

Jika Allah menegaskan bahwa manusia tidak bisa mengetahui tempat kematiannya, maka jelas manusia akan lebih tidak mengetahui berkaitan dengan waktu kematiannya. Karena merencanakan tempat kematian itu lebih memungkinkan untuk lebih memungkinkan untuk diupayakan, dari pada merencanakan waktu kematian. Sehingga ayat itu sejatinya memberikan pelajaran bagi kita, jika tempat saja manusia gak tahu, apalagi waktunya. Tanda kematian, 100 hari, 40 hari, 7 hari, 3 hari dan 1 hari menjelang kematian, jelas sangat bertentangan dengan ayat di atas. Karena semua tanda di atas berbicara tentang kematian dalam batas waktu.

Kedua, dalam tulisan tersebut digambarkan lauhul mahfudz layaknya pohon. ”Selepas Ashar, jantung berdenyut-denyut. Daun yang bertuliskan nama kita di lauh mahfudz akan gugur..” Di mana dalil bahwa lauh mahfudz berupa pohon berdaun?. Padahal Allah sebut lauh mahfudz berupa kitab, ”Tidakkah engkau tahu bahwa Allah mengetahui segala yang ada di langit dan di bumi, dan semuanya terdapat dalam kitab.” (QS. Al-Hajj: 70).

Ibnu Athiyah mengatakan,
”Kitab itu adalah al-Lauh al-Mahfudz.”

Allah juga menegaskan,
Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh)
Ibnu Abbas mengatakan, “Itu adalah lauhul mahfudz.” (al-Bahr al-Muhith, 9/237).

Di ayat lain, Allah juga menegaskan,
”Seperti itulah yang mereka dapatkan dari jatah mereka yang telah tertulis dalam kitab.”
Al-Baghawi menafsirkan ayat ini dengan mengatakan,
”Jatah mereka yang telah tertulis tentang mereka di al-Lauh al-Mahfudz.” (Tafsir al-Baghawi, 3/227).
Memahami keterangan di atas, informasi masalah kematian dan tanda-tandanya, yang sama sekali tidak menyebutkan sumber, tidak selayaknya diperhatikan, apalagi diyakini kebenarannya. Tulisan yang sangat tidak bertanggung jawab dan 100% dusta.

Peringatan!!! Jangan menyebarkan Berita Dusta di Internet !
Dari Samurah bin Jundub radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan mimpi beliau,

Tadi malam saya melihat ada dua orang yang mendatangiku, lalu mereka memegang lenganku, kemudian mengajakku keluar ke tanah lapang. Kemudian kami melewati dua orang, yang satu berdiri di dekat kepala temannya dengan membawa gancu besi. Gancu itu dimasukkan ke dalam mulutnya, kemudian ditarik hingga robek pipinya sampai ke tengkuk. Dia tarik, lalu dia masukkan lagi ke dalam mulut dan dia tarik hingga robek pipi sisi satunya. Kemudian bekas pipi robek tadi kembali pulih dan dirobek lagi, dan begitu seterusnya.

Di akhir hadis, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dijelaskan Malaikat, apa maksud kejadian yang beliau lihat Orang pertama yang kamu lihat, itu adalah seorang pendusta. Dia membuat kedustaan dan dia sebarkan ke seluruh penjuru dunia. Dia dihukum seperti itu sampai kiamat, kemudian Allah sikapi sesuai yang Dia kehendaki. (HR. Ahmad 20165 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Di zaman internet, betapa mudahnya orang melakukan seperti yang disebutkan dalam hadis di atas. ”Membuat kedustaan dan dia sebarkan ke seluruh penjuru dunia..” karena cukup dia share di internet atau melalui sms, atau jejaring sosial lainnya, berita itu sudah menyebar ke mana-mana. Maka berhat-hati menyebarkan informasi dusta, apalagi atas nama syariat. Allahu a’lam.
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina konsultasisyariah.com)

Sumber [konsultasisyariah.com]

Advertisements

7 thoughts on “Tanda Tanda Kematian

      • Jadi tanda-tanda kematian di artikel internet itu cuma dusta ya pak ustad . Saya merasa lebih lega mendengar hal itu soalnya saya selalu strees memikirkan tanda-tanda kematian yg pernah saya baca di internet dan saya juga pernah merasakan tanda-tanda itu apakah itu benar atau tidak pak ustad contoh: bagian langit mulut tidak geli lagi kalo di jilat . Bagian langit saya tidak geli lagi pak ustad itu bagaimana ya pak ustad? Mohon reply pak ustad

        Like

  1. Sangat bermanfaat banget gan, kematian bukan juga menimpa orang tua. yang muda pun bisa saja, yang terpenting tetap tawakal, lebih banyak sedekah dan berserah diri sama Allah. Harus banyak dzikrul maut, bukan malah cinta dunia takut mati.. Sukses gan!!

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s